New Read [ Saia] author [ Djenar Maesa Ayu ] – groundhogwalking.co.uk

Saia Selalu ada yang tak terkisahkan dalam sebuah perjalanan Bahkan dalam sebuah kisah, selalu ada yang tak terceritakan. Download Saia – groundhogwalking.co.uk

    10 thoughts on “New Read [ Saia] author [ Djenar Maesa Ayu ] – groundhogwalking.co.uk

  1. Kesan saya selama membaca buku ini, saya merasa sedih karena dalam cerita cerita ini perempuan digambarkan dengan sangat menyedihkan Seolah perempuan tidak ada harganya, dan hanya menjadi objek komoditi seksual belaka Awalnya mau ber positif thinking dengan menemukan sesuatu dalam artian positif yang mungkin akan saya temukan di buku ini seperti yang bisa saya dapatkan dari Saman nya Ayu Utami Tapi ternyata, nol besar Saya justru kecewa karena si penulis dengan mudah mengumbarkan Kesan saya selama membaca buku ini, saya merasa sedih karena dalam cerita cerita ini perempuan digambarkan dengan sangat menyedihkan Seolah perempuan tidak ada harganya, dan hanya menjadi objek komoditi seksual belaka Awalnya mau ber positif thinking dengan menemukan sesuatu dalam artian positif yang mungkin akan saya temukan di buku ini seperti yang bisa saya dapatkan dari Saman nya Ayu Utami Tapi ternyata, nol besar Saya justru kecewa karena si penulis dengan mudah mengumbarkan perempuan sebagai objek pemuas nafsu para lelaki Entah posisi perempuannya itu di sini sebagai pelacur, selingkuhan, orang yang dengan mudah menyerahkan keperawanannya dan maaf selangkangannya hanya demi memuaskan lelaki semata.Menjijikan Iya, benar, saya harus mengakui kalau membaca novel ini tidak hanya membuat saya mengernyitkan ...

  2. JELEK BANGET Boleh nggak goodreads kalau ngerating buku ini nol star atau nol lebih seupil saja Kalau boleh mengandaiakan meski ini kurang sopan, diucapkan karena kesal buku ini lebih berharga sampah di depan kosku Sampah plastik botol air mineral, bisa kupotong jadi pot Buku ini Hanya jadi pembuat pabi pabi ini bunuh si penulis Ada beberapa alasan 1 Djenar hanya berkutat ada tema yang itu itu itu itu saja Kekerasan seksual di keluarg...

  3. Djenar di mata saya identik dengan tiga hal selangkangan, Nayla, dan rima.Hampir di setiap cerita, selangkangan muncul sebagai momok, sekaligus motif paling paripurna kekerasan, fantasi, frustrasi, nafsu, trauma, pelarian, pertemuan, perpisahan, inferioritas, termasuk cinta Dan hampir semuanya tersalurkan lewat laku sanggama sesosok perempuan bernama Nayla Kadang Nayla jadi pelacur, kadang jadi ibu rumah tangga, kadang jadi anak durhaka, kadang jadi korban perkosa, sekalipun ada kalanya jadi Djenar di mata saya identik dengan tiga hal selangkangan, Nayla, dan rima.Hampir di setiap cerita, selangkangan muncul sebagai momok, sekaligus motif paling paripurna kekerasan, fantasi, frustrasi, nafsu, trauma, pelarian, pertemuan, perpisahan, inferioritas, termasuk cinta Dan hampir semuanya tersalurkan lewat laku sanggama sesosok perempuan bernama Nayla Kadang Nayla jadi pelacur, kadang jadi ibu rumah tangga, kadang jadi anak durhaka, kadang jadi korban perkosa, sekalipun ada kalanya jadi orang biasa.Ibarat dalang yang sabar meniti fragmen fragmen hidup paling dramatis Djenar merancang nuansa cerita ceritanya serba gelap, ditambah penggunaan rima yang senantiasa terjaga sampai satu paragraf habis terbaca Tidak jarang pula ceritanya berakhir tragis dengan sisipan plot twist Nafasnya hampir selalu sama Dunia ini kelam...

  4. Menurut saya perempuan tak harus selalu bicara tentang selangkangan Yah, akan tetapi budaya Indonesia yang kurang familiar dengan selangkangan membuat perempuan terlihat kurang bebas dan gampang dibodohi Dalam satu sisi, buku ini memperlihatkan kenyataan bahwa Indonesia kurang terdidik dari segi selangkangan.Adapun saya pun sebetulnya kurang menyukai cerita cerita selangkangan yang dibuat Djenar Komentar ini subjektif tapi saya memiliki alasan Hampir seluruh cerpen bertemakan sama sehingga Menurut saya perempuan tak harus selalu bicara tentang selangkangan Yah, akan tetapi budaya Indonesia yang kurang familiar dengan selangkangan membuat perempuan terlihat kurang bebas dan gampang dibodohi Dalam satu sisi, buku ini memperlihatkan kenyataan bahwa Indonesia kurang terdidik dari segi selangkangan.Adapun saya pun sebetulnya kurang menyukai cerita cerita selangkangan yang dibuat Djenar Komentar ini subjektif tapi saya memiliki alasan Hampir seluruh cerpen bertemakan sama sehingga, tentu, buku ini terasa monoton Akan tetapi mungkin memang hal itu yang diinginkan Djenar, saya hanya kurang setuju Cara tutur yang agak ka...

  5. Agak beda dengan review kebanyakan orang di sini, menurut saya, buku kumcer ini not bad Memang tema yang disajikan monoton, namun menurut saya tema tersebut perempuan, kekerasan seksual, dan sebangsanya memang signature Djenar Selayaknya kumcer, ada cerita bagus ada yang kurang bagus Cerita bagus yang saya...

  6. Entah buku ini memang tabu atau kita yang malu karena isi dari buku ini bercerita yang sebenarnya terjadi

  7. Anda dipastikan masuk ke dalam dunia perempuan yang tampak tegar, kuat, sangar, binal, nakal, namun dengan pesan beringas hingga Anda tak menyangka satu buku telah tuntas Sentilan sentilan sosial yang banyak orang menganggapnya tabu diangkat secara lugas, disajikan dengan jelas, diguyur dengan kuah kritis agar pembacanya puas akan kelezatan isinya Mengajak Anda agar tidak berlagak menjadi Tuhan, karena yang mampu menghakimi itu adalah Dia Gadis, perempuan, wanita, manula, selalu ada cerita ya Anda dipastikan masuk ke dalam dunia perempuan yang tampak tegar, kuat, sangar, binal, nakal, namun dengan pesan beringas hingg...

  8. Pembahasan yang satir dan mengungkapkan fakta memang menarik, secara singkat kita bisa tahu apa yang terjadi dalam kehidupan sehari hari Tapi terlalu hanya mengungkapkan di permukaan membuat lalu bosan dan itu itu saja Mungkin ini karakter c...

  9. Menurut saya cerita dalam buku ini merupakan kritik sosial yang dikemas dalam bentuk satire Secara tidak langsung pembaca dipaksa untuk membuka mata terhadap bobroknya kehidupan sosial di negeri ini.

  10. Buku ini adalah titik terburuk karier kepenulisan Djenar Maesa Ayu Terihat kelelahan, bahkan upaya menutupi monoton dalam hal tema dan gaya tutur tidak dapat menyelamatkan nasib buku ini Meski begitu, aku tetap dukung kamu, Mbak Nay.